• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
MalutUpdate.id
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Nasional
  • Daerah
    • Maluku Utara
      • Halmahera Selatan
      • Halmahera Barat
      • Halmahera Tengah
      • Halmahera Timur
      • Halmahera Utara
      • Ternate
      • Tidore
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum Kriminal
  • Pendidikan
  • Sport
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Nasional
  • Daerah
    • Maluku Utara
      • Halmahera Selatan
      • Halmahera Barat
      • Halmahera Tengah
      • Halmahera Timur
      • Halmahera Utara
      • Ternate
      • Tidore
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum Kriminal
  • Pendidikan
  • Sport
  • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
MalutUpdate.id
No Result
View All Result
Home Daerah

Petani Halsel Murka, Oknum ASN Diduga Bermain dalam Pasokan Tomat dan Cabai dari Manado, Minta Aparat Turun Tangan

Admin by Admin
21 Juli 2026
in Daerah, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Peristiwa
0
Gambar : Istimewa

Gambar : Istimewa

0
SHARES
151
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whasapp

HALSEL, MALUKU UTARA – Gelombang kekecewaan petani hortikultura di Kabupaten Halmahera Selatan semakin membesar. Anjloknya harga tomat dan cabai di tingkat petani kembali memicu sorotan terhadap masuknya pasokan komoditas serupa dari Manado, Sulawesi Utara, yang diduga menguasai pasar lokal.

Di tengah polemik tersebut, nama seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Puskesmas Wayaua, Fajar Maulana, disebut oleh sejumlah petani sebagai pihak yang diduga terlibat dalam distribusi tomat dan cabai dari luar daerah ke Pasar Labuha dan Pasar Babang.

Dugaan itu mencuat setelah petani mengaku kesulitan menjual hasil panen mereka karena pedagang telah lebih dahulu menerima pasokan dari luar daerah melalui sistem titip jual.

“Pedagang tidak lagi membeli hasil panen kami karena barang dari luar sudah masuk lebih dulu. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, petani bisa gulung tikar,” ujar Uni Yanti, salah seorang warga.

Keluhan serupa disampaikan petani Amrullah. Menurutnya, setiap musim panen harga tomat dan cabai selalu jatuh ketika pasokan dari luar daerah masuk ke Halmahera Selatan. “Modal tanam jutaan rupiah, tetapi saat panen harga sudah hancur. Kami yang menanggung semua kerugian,” katanya.

Para petani menduga komoditas tersebut rutin masuk melalui Pelabuhan Kupal sebelum didistribusikan ke sejumlah pasar di Halmahera Selatan. Mereka meminta aparat penegak hukum menelusuri jalur distribusi tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

Selain meminta aparat melakukan penyelidikan, petani juga mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan segera mengambil langkah konkret untuk melindungi hasil pertanian lokal, termasuk mengatur arus masuk komoditas hortikultura dari luar daerah saat musim panen berlangsung.

Mereka menilai pemerintah tidak boleh membiarkan petani lokal kalah bersaing di daerahnya sendiri tanpa adanya kebijakan yang berpihak pada produksi dalam daerah.

“Kalau pemerintah tidak segera bertindak, kami akan turun ke jalan. Kami hanya meminta negara hadir melindungi petani yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi desa,” tegas salah seorang perwakilan petani.

Hingga berita ini diterbitkan, Fajar Maulana belum memberikan tanggapan atas dugaan yang disampaikan para petani. Upaya konfirmasi juga telah dilakukan kepada pihak Puskesmas Wayaua dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, namun belum memperoleh respons. (Slm)

Editor : **

Tags: Minta Aparat Turun TanganOknum ASN Diduga Bermain dalam Pasokan Tomat dan Cabai dari ManadoPetani Halsel Murka
Previous Post

LIRA Malut Desak APH Awasi Ketat Anggaran Operasional Gubernur-Wagub Rp22,5 Miliar

Next Post

Petani Halsel Menjerit! Rica dan Tomat dari Manado Banjiri Pasar, Pemerintah Diminta Jangan Tutup Mata

Next Post
Gambar : Istimewa

Petani Halsel Menjerit! Rica dan Tomat dari Manado Banjiri Pasar, Pemerintah Diminta Jangan Tutup Mata

Discussion about this post

POS TERPOPULER

  • Pasangan Banny - Sarbin Saat Pertemuan Dengan Warga di Amasing Kota

    Benny – Sarbin Diduga Bohongi Warga Saat Pertemuan di Amasing Kota, Uang Duduk Dipangkas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rahmi Sebut Rusihan “Bafoya” Terkait Klaim Jalan Lingkar di Kayoa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Warning Kadis PUPR Malut Hj Eka Abusama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bawaslu Halsel Didesak Proses Dua Oknum Pegawai Diduga Dukung Paslon Rusihan – Mohtar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketum Golkar Bahlil Buka Peluang Rubah B1KWK Calon Kepala Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Halsel Gelar Job Fair, Hadirkan 4 Perusahan Raksasa Bagi Pencari Kerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Terima Kakalahan Di Pilkada Halsel, Pasangan Rusihan – Muhtar dan BK – UHS Adu Nasib di MK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Organisasi Rasai Togale Buton Obi Segera Dibentuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bayi Perempuan Asal Desa Lele Ini Diberi Nama ‘Rifaat Al Sa’adah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akui Masuk Cafe, Kades Wayaloar Segera di Non Aktif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result

© 2024 MalutUpdate.id